BAB 2

KEPRIBADIAN

Pengertian Kepribadian
Pribadi (Dalam kamus ilmiah) : Orang perseorangan, kedirian, individu, perseorangan dan perorangan.
Manusia : (makhluk yang unik dalam tingkah lakunya) Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

Istilah kepribadian/personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.

Pengertian Keprebadian oleh Para Tokoh:
  • Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  • Gordon W.Allport. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas.
  • Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  • Allport mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.
Jadi “Kepribadian” adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpundalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam.

Komponen Pokok Kepribadian
1.    Cipta : jiwa manusia bersifat abstrak dan merupakan pusat intelegensi.
2.    Rasa : jiwa manusia merupakan indra perasa, yang berfungsi sebagai pengukur dan pengendali perilaku.
3.    Karsa : jiwa manusia yang merupakan pusat dari kehendak dan nafsu.
  • Kehendak adalah keinginan manusia atas dasar pemikiran dan tingkat kemajuan budaya.
  • Nafsu adalah kehendak yang bersifat kodrati dan alamiah.

Faktor yang mempengaruhi kepribadian:
Faktor Keturunan (hereditas) Warisan Biologis
Persamaan biologis yang menjelaskan persamaan dalam kepribadian dan perilaku dari keturunan
Faktor Lingkungan Alam (Natural environmental)
1.    Fisik : Daerah pedesaan (ramah, tenang dan cenderung sederhana
2.    Sosial : (komunitas agama, keluarga, pendidikan, media massa dan masyarakat luas)
       Faktor kelompok (Group)
       Faktor kebudayaan khusus : ciri khas
       Misal : guru, polisi, dokter, dll
Faktor pengalaman unik.

Tahap Perkembangan
Fase Pertama (1-2 Tahun) : Adanya ketergantungan
Fase Kedua
     Tipikal perilaku yang khas, perangai, kegemaran, bakat dan tingkat kecerdasan yang dimiliki.
Fase Ketiga
     Relatif stabil yang ditandai :
     -    Berumur  25 - 28 tahun
     -    Kedewasan.
     -    Terbentuknya perilaku-perilaku yang khas.

Tipe kepribadian
Kepribadian Normatif (normative man)
     Adanya imput pendidikan dan norma dal`m dirinya, (Peribadi yang ideal dan sensitif terhadap bentuk penyimpangan)
Kepribadian Pembatasan (marginal man)
     Bercampurnya dua etnis (Pribadi yang labil, dengan adanya corak kepribadian yang lebih dari satu)
Kepribadian Otoriter (otoriter man)
     Adanya pemanfaatan orang lain atas kepentingan dirinya sendiri.

Hubungan antara kepribadian, sosialisasi dan kebudayaan
Kepribadian merupakan abstraksi dalam berhubungan dengan orang dan lingkungannya
Pola perilaku merupakan perwujudan dari sistem nilai dan norma
Keterkaitan antara kehidupan yang terus menerus, melalui budaya, sosialisasi. Dan terbentuk sebuah kepribadian.

Pengaruh kebudayaan dalam pembentukan kepribadian
Masyarakat Pedesaan
-    Gotong royong (solidaritas sosial yang tinggi, rela berkorban dan peka terhadap masalah dan memiliki sifat kebersamaan)
-    Kehidupan masih tradisional (polos dan jujur, pola aktifitas yang religius dan taat terhadap norma)
-    Kurang menghargai waktu (tidak tepat waktu dan bekerja lambat, namun sabar)
Masyarakat Perkotaan
-    Harkat martabat ditunjukkan atas dasar prestasi kerja (menghargai waktu dan bekerja untuk masa depan, tetapi egois dan kurangnya menghargai kerja sama)
-    Strata sosial (umunya membedakan harta benda semata)       egoistik dan materialistic
-    Kompetensi sangat kuat (solidaritas terbatas, individual dan melanggar norma)

Tipe kebudayaan khusus yang mempengaruhi kebudayaan
- Faktor kebudayaan
- Cara hidup manusia
- Kelas sosial
- Agama dan
- Berdasarkan profesi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar